Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang saat memberikan keynote speaker dalam Forum Diskusi Publik “Pemberantasan Narkoba” pada Senin, 21/04/2025.
JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang ingatkan bahaya Narkoba dan minta agar keluarga menjaga anggotanya supaya jangan sampai ada yang terlibat Narkoba. Hal itu disampaikan jenderal bintang dua ini saat memberikan keynote speaker dalam Forum Diskusi Publik “Pemberantasan Narkoba” pada Senin, 21/04/2025. Hadir sebagai pembicara dalam Forum Diskusi Publik tersebut, praktisi komunikasi Usman Kansong dan praktisi hukum AKP Djoko Aprianto Saputro, S.H. Acara tersebut dihadiri secara daring sebanyak lebih dari 200 orang peserta, umumnya dari Sulawesi Selatan.

“Jangan sampai keluarga kita ada yang coba-coba terlibat Narkoba, karena dampaknya bukan hanya bagi pengguna tapi akan mempengaruhi semua anggota keluarga yang tidak terlibat. Efeknya, keluarga dan lingkungan pecandu Narkoba selalu berantakan. Jika ada satu yang jadi pecandu, akan merepotkan semuanya,” ungkapnya prihatin sambil memberikan contoh publik figur yang keluarganya berantakan akibat ada anggota keluarganya yang menjadi pecandu Narkoba.
Praktisi Komunikasi Usman Kansong memaparkan data yang cukup mencengangkan soal Narkoba di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2023 Sulsel menempati urutan kelima penyalagunaan Narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 3.578 orang. “Data ini menunjukkan Sulsel termasuk daerah dengan status level darurat penyalagunaan Narkoba. Sedangkan secara nasional, prevalensi penyalagunaan Narkoba mencapai 1,73%,” ujar mantan Ketua Dewan Redaksi Media Group yang dulu kerap tampil dalam acara interaktif MetroTV.
“Mari kita hindari penyalagunaan Narkoba karena bahayanya itu luar biasa kalau kecanduan, sekali memakai akan kecanduan terus. Juga ayo kita berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyalagunaan Narkoba yang dicanangkan pemerintah,” ajak mantan wartawan yang kini menjabat sebagai Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, Praktisi hukum AKP Djoko Aprianto Saputro, S.H. yang hadir memberikan materi dalam Forum Diskusi Publik tersebut, menyampaikan pemahaman secara teknis Narkoba agar peserta Forum Diskusi Publik dapat mengenalinya supaya menghindari Narkoba. “Efek Narkoba ini sangat bahaya bagi kesehatan, mulai dari kerusakan mental hingga fisik, serta cenderung melakukan tindakan kriminal,” ungkap seraya memperingatkan agar jangan pernah mencoba-coba Narkoba. [red]

