William Sabandar, PhD saat peluncuran buku “Membangun MRT: Pengalaman Kepemimpinan William Sabandar” di Perpustakaan Nasional RI, Rabu 21/08/2024. (Foto: Irwan Citra Jaya di media sosial Facebook William Sabandar)
JAKARTA – Jelang Pertemuan Raya (Praya) Perkumpulan Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI), sejumlah nama mulai santer digadang-gadang menahkodai organisasi senior GMKI tersebut. Rencananya Praya PNPS GMKI akan digelar di Sorong, Papua Barat Daya, pada 26 s.d. 30 November 2025.
Praya yang dilaksanakan tiap tiga tahun menjadi forum tertinggi para senior GMKI untuk memilih pengurus nasional. Praya kali ini menjadi ajang pemilihan pengurus nasional PNPS masa bakti 2026-2029.
PNPS GMKI berdiri pada 2011 di Makassar yang digagas sejumlah tokoh senior GMKI. Tercatat PNPS GMKI terakhir kali menggelar Praya di Bitung, Sulawesi Utara, pada 2023. Praya di Bitung berhasil menetapkan Febry Tetelepta serta Sahat Sinaga sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.
Tahun ini, Sorong dipilih sebagai tuan rumah dengan harapan menghadirkan energi baru dan gagasan segar dalam menghadapi dinamika bangsa yang semakin kompleks. Edward Tanari mantan Sekjen PNPS GMKI periode 2017–2019, menegaskan bahwa Praya kali ini harus benar-benar menghasilkan pokok-pokok pikiran yang bernas bagi pergumulan gereja, bangsa, dan negara.
“Senior GMKI berasal dari berbagai disiplin ilmu dan kompetensi. Sudah saatnya kekayaan pengetahuan ini dikolaborasikan dengan semua pihak yang berkehendak baik untuk memajukan kehidupan bangsa,” ujarnya optimis.
Kriteria pemimpin PNPS GMKI berikutnya pun kian menjadi sorotan. Ia menilai bahwa pemimpin yang terpilih harus merupakan figur senior yang tidak hanya bersih, independen, dan berintegritas, tetapi juga memiliki kompetensi dan rekam jejak yang sudah teruji.
Di tengah diskusi mengenai figur ideal itu, nama William Sabandar muncul sebagai salah satu sosok yang banyak dijagokan peserta Praya. William Sabandar baru saja dianugerahi Australian Alumni of the Year 2025. Sebuah penghargaan tertinggi dari Kedutaan Besar Australia bagi alumni universitas di Australia dari Indonesia yang dinilai memberi kontribusi besar bagi bangsa dan hubungan bilateral Australia–Indonesia.

William Sabandar, PhD menerima penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam pembangunan nasional, penguatan kemitraan Australia–Indonesia, serta peranannya dalam inovasi teknologi transportasi. Penghargaan itu diberikan pada Kamis, 20/11/2025.
Sosoknya yang dikenal luas sebagai tokoh profesional yang inovatif dan visioner, William—yang akrab disapa Willy—kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Indonesian Business Council (IBC), President of Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, serta mantan CEO MRT Jakarta. Pengalamannya yang panjang dalam manajemen strategis, transportasi publik, dan jejaring internasional menjadi alasan kuat mengapa banyak senior GMKI menilai dirinya layak menakhodai PNPS GMKI periode mendatang.
Tak mengherankan jika dari reputasi dan rekam jejak yang solid itu, nama William Sabandar diperkirakan akan menjadi salah satu magnet utama dinamika pemilihan dalam Praya di Sorong. Para peserta berharap kepemimpinan PNPS GMKI ke depan mampu memperkuat peran strategis senior GMKI dalam menjawab tantangan bangsa yang semakin beragam dan menuntut kolaborasi lintas sektor. Praya Senior GMKI di Sorong pun diprediksi menjadi salah satu yang paling dinamis dan menentukan arah gerak perkumpulan ini dalam tiga tahun ke depan. []

