Ketua Umum IkaT Nusantara, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, bersama pengurus dan anggota di Sekretariat IkaT Nusantara beberapa waktu lalu.
JAKARTA – Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IkaT Nusantara) semakin matang menyambut Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar pada 9 Agustus 2025 di Jakarta. Forum ini akan menjadi momen strategis untuk memperkuat struktur organisasi, menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta mengukuhkan kepengurusan IkaT Nusantara ke depan.
Ketua Steering Committee Munas IkaT Nusantara, Edward Tanari, Minggu (13/7/2025), menjelaskan bahwa sejumlah rangkaian pra-Munas telah berlangsung secara bertahap. Salah satunya adalah pelaksanaan Pramunas secara virtual yang diikuti oleh 44 pengurus dan ketua-ketua Ikatan Keluarga Toraja dari berbagai daerah di Indonesia. Edward, yang juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI periode 1996–1998, menekankan bahwa penyempurnaan AD/ART sangat penting untuk memperjelas status keanggotaan, hak dan kewajiban organisasi-organisasi pilar, serta pembagian peran antara struktur pusat dan wilayah.


Menurut Edward, selama ini terdapat dinamika dalam memahami posisi antar-lembaga di bawah IKAT Nusantara, sebab organisasi-organisasi pilar seperti IKAT, IKT, KKT, Kombongan, dan nama lainnya telah terbentuk lebih dahulu dan memiliki struktur masing-masing. IkaT Nusantara hadir sebagai organisasi payung yang mengayomi semua pilar tersebut, namun tetap memberi ruang bagi setiap organisasi untuk mempertahankan identitasnya.
Dalam setiap papan nama dan kegiatan resmi, seluruh organisasi pilar tetap mencantumkan status keanggotaannya sebagai bagian dari IkaT Nusantara.
Selain pembahasan AD/ART, Munas juga akan menjadi forum pemilihan Ketua Umum dan formatur baru. Namun, menurut Edward, telah muncul kesepahaman dari berbagai unsur peserta untuk tetap mengukuhkan kepengurusan saat ini, sebagai bentuk kontinuitas dan stabilitas organisasi.

Dalam forum Pramunas virtual itu, juga hadir organisasi sayap perempuan PIN (Perempuan IkaT Nusantara), yang selama ini aktif dalam kegiatan kewanitaan. Ketua PIN, Ny. Christine Frederik Kalalembang, menyampaikan bahwa peran perempuan dalam IkaT Nusantara sangat strategis, termasuk melalui kegiatan rutin seperti arisan bulanan.
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu anggota PIN yang berulang tahun mendapat cenderamata berupa tas Sepu Toraja, sebagai simbol kekeluargaan dan ikatan emosional antarsesama pengurus PIN. Christine merupakan istri dari Ketua Umum IkaT Nusantara, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang.

Tokoh-tokoh penting IkaT Nusantara turut memberikan dukungan aktif terhadap penyelenggaraan Munas. Salah satunya adalah Dr. Ir. David Allorerung, M.Sc. yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IkaT Nusantara dan juga merupakan doktor di bidang pertanian. Keberadaan David memperkuat citra bahwa IkaT Nusantara diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan rekam jejak yang kuat di berbagai bidang.
Selain itu, Ketua Harian IkaT Nusantara, Roberto Blasius Sangka, B.Sc, yang akrab disapa Bobby Sangka, juga menjadi figur penting dalam jajaran kepengurusan. Ia merupakan CEO PT Metrocom Global Solusi (MGS), dan berhasil membawa perusahaannya masuk dalam daftar sepuluh besar perusahaan IT di Indonesia.
Ketua Umum IkaT Nusantara, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, menyambut baik seluruh tahapan persiapan Munas. Ia mengapresiasi partisipasi aktif 44 pengurus daerah yang hadir dalam Pramunas melalui Zoom Meeting, dan menaruh harapan besar agar Munas berjalan aman, tertib, serta menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan organisasi. “Munas ini bukan sekadar forum musyawarah, tapi juga ruang konsolidasi hati dan pikiran. Harapan saya, seluruh elemen Toraja dapat bersatu, saling menguatkan, dan menjadikan IkaT Nusantara sebagai wadah yang membawa manfaat bagi anggotanya dan bagi bangsa,” ujar Frederik.
Frederik juga menegaskan bahwa organisasi ini harus menjadi tempat berbagi kepedulian nyata, bukan hanya bersifat seremonial semata. “Saya juga sampaikan bahwa dalam berorganisasi kita semua punya harapan besar, khususnya masyarakat Toraja yang ada di perantauan, agar kita bisa saling membantu satu dengan lainnya apabila ada masalah sosial dan hukum,” ujarnya.
Ia mencontohkan, selama menjabat sebagai Ketua Umum IkaT Nusantara, dirinya turun langsung membantu dalam pemulangan jenazah Soni Tonapa, warga Toraja yang meninggal tenggelam di perairan Jepara, Jawa Tengah. Saat itu, Frederik berkomunikasi langsung dengan aparat dan membantu memfasilitasi proses pemulangan jenazah hingga sampai ke kampung halaman.
Selain itu, Frederik juga terlibat aktif dalam mendorong penanganan kasus pembunuhan terhadap Agnes Retni Anggarini di Morowali, Sulawesi Tengah. Ia mendesak Kapolres setempat agar segera mengungkap kasus tersebut, hingga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat. Langkah itu juga turut meredam potensi kemarahan warga. “Organisasi kemasyarakatan jangan hanya jadi level simbolik atau hura-hura belaka. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mewujudkan kepedulian konkret, membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Frederik mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya akan meningkatkan sistem komunikasi antar-pengurus daerah, agar setiap persoalan yang menimpa warga Toraja dapat cepat diketahui dan ditangani bersama. “Saya sedang siapkan sistem agar pengurus kabupaten/kota dapat langsung berkoordinasi dengan admin pusat. Dengan begitu, kita tahu apa yang terjadi di lapangan, dan semua pengurus ikut terlibat aktif. Banyak masalah sosial dan hukum yang dialami masyarakat Toraja di perantauan, dan itu yang harus kita bantu,” katanya.
Sebagai wujud konkret komitmen tersebut, Frederik juga telah membentuk Law Firm JFK, yang akan memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat Toraja yang menghadapi persoalan hukum di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Frederik menambahkan, melalui semangat kolaboratif dan kepedulian nyata, Munas IkaT Nusantara diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam memperkuat soliditas organisasi, memperluas jaringan kerja, dan menghadirkan solusi konkret bagi kemajuan masyarakat Toraja di manapun berada. (red)

