Tampak Irjen Pol (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang (JFK) kedua dari kiri saat meresmikan pelaksanaan Panen Raya di Desa Buntu Torpedo, Kecamatan Sabbang Kab. Luwu Utara Sulawesi Selatan, Jumat (28/3/2025). Turut hadir dalam Panen Raya tersebut, Dewa Bulog Komjen Pol (Purn.) Verdianto I. Bitticaca, Dr. Frans B.M. Dabukke, Dewan KOMITE Maria Agustina Samperuru, M.Psi, Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Fahrul Roji, LO wil Sulselbar Letkol TNI (Purn.) Martinus, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Ketua Program Studi Pembangunan Pertanian, Fak Pertanian Unhas dan Koordinator CoE Wilayah Luwu Raya Dr. Ir Idris Summase, M.Si. (Foto: dok. pribadi)
LUWU UTARA – Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Frederik Kalalembang (JFK) meresmikan acara Panen Raya kelompok tani binaan JFK Pertanian di Desa Buntu Torpedo, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (28/3/2025) pagi. Panen Raya ini sebagai bukti nyata hasil inovasi teknologi pertanian yang diterapkan kelompok tani binaan JFK Pertanian.
Penerapan inovasi teknologi pertanian yang dipraktikkan kelompok tani binaan JFK Pertanian di Desa Buntu tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan luasan lahan pertanian yang ada. Hasil panen dapat mencapai 12 ton per hektare atau lebih dari dua kali lipat rata-rata produksi sebelumnya yang hanya dapat sekitar 4–5 ton per hektare, itupun sudah termasuk sudah sangat bagus.

Menurut Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, produktivitas panen yang maksimal ini adalah hasil dari penerapan inovasi teknologi dan sistem pertanian yang lebih terencana dan efisien. Menurutnya, untuk meningkatkan produksi pertanian, cukup dengan memaksimalkan lahan pertanian yang sudah ada. Permasalahan utama petani selama ini sebenarnya bukan hanya soal kelangkaan pupuk, melainkan juga minimnya pemahaman tentang teknik pertanian modern.
“Saat ke Dapil, saya menyerap aspirasi dari para petani, umumnya mereka mengeluhkan kekurangan pupuk, tetapi setelah kita pelajari ternyata masalahnya justru di sistem pertanian kita yang masih belum maksimal. Mulai dari cara penggarapan sawah, pengairan, pemilihan bibit, pemberian pupuk pada waktu yang tepat, sampai pengendalian hama. Maka melalui JFK Pertanian, kita upayakan membenahi ini semua,” papar jenderal bintang dua yang kini duduk di DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Jumat (28/3/2025).

Lanjut JFK, peningkatan produksi bukan hanya bergantung pada pupuk semata, melainkan juga penerapan teknik bertani yang benar. Berkat pendekatan yang diterapkan JFK Pertanian, hasil panen yang sebelumnya hanya 4–5 ton per hektare kini bisa meningkat jauh hingga 12 ton per hektare.
JFK Pertanian, yang baru dibentuk pada 2024, kini berencana bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Dinas Pertanian di Luwu Raya untuk memberikan penyuluhan lebih luas kepada para petani guna meningkatkan hasil produksi yang pada akhirnya menunjang perekonomian masyarakat.

“Bajak sawah itu bukan asal bajak. Teknik membajak yang baik bisa meningkatkan produksi hingga 16 persen. Begitu juga dengan penggunaan pupuk organik, yang lebih ramah lingkungan dan menjaga kesuburan tanah,” tambah JFK.
JFK Pertanian telah mengembangkan pupuk organik khusus yang mengandung unsur hara lengkap, baik makro (N, P, K, Ca, Mg, S) maupun mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B). Pupuk ini tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan pupuk kimia. “Jika terlalu sering ditaburi pupuk kimia, tanah menjadi keras, akar tanaman sulit menyerap nutrisi, akibatnya hasil panen menurun. Sedangkan melalui pupuk organik, kita perlahan beralih ke sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” terang JFK yang dikenal luas sangat menari perhatian pada bidang pertanian.
Pemda dan Bulog Siap Dukung
Senada dengan itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang turut hadir dalam panen raya mengapresiasi atas keberhasilan JFK Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya. “Wah… ini luar biasa! Kami di Pemda baru menargetkan 6 ton per hektare, tapi JFK sudah membuktikan bisa mencapai 12 ton. Ini sungguh prestasi yang menggembirakan,” ujarnya penuh semangat.

Bupati lalu menyampaikan, bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Luwu Utara. “Jadi pertanian ini memberi kontribusi 80 persen dari total mata pencaharian masyarakat. Tahun lalu saja, pertumbuhan ekonomi Lutra mencapai 4,3 persen, sebagian besar berkat sektor pertanian ini. Denga hasil 4 – 5 ton per hektare aja Lutra sudah surplus beras sebesar 96 ribu ton, yang disalurkan ke daerah lain, jadi kalau bisa sampai 12 ton per hektare, maka akan lebih banyak lagi daerah yang bisa kita cover penyaluran berasnya,” ujarnya optimis.
Luas sawah di Luwu Utara saat ini mencapai 28 ribu hektare dengan luas tanam 47 ribu hektare. Produksi gabah mencapai 256 ribu ton, atau setara dengan 125 ribu ton beras. Harga pembelian Bulog Rp6.500 per kg, nilai transaksi petani bisa mencapai Rp1,6 triliun. Meski demikian, Bupati mengakui masih ada kendala yang dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan gudang penyimpanan dan mesin pengering (dryer), apalagi jika panen bertepatan dengan musim hujan.

Sementara itu, Dewan Pengawas Perum Bulog Frans B.M. Dabukke yang turut hadir menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mendukung petani. “Kehadiran Bulog di tengah petani merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo, yang ingin memastikan petani bisa sejahtera. Kami siap menyerap gabah petani dan akan membantu mendorong solusi terkait kebutuhan gudang dan dryer,” terang Frans. Dirinya juga menyarankan agar Pemda mengajukan usulan pengadaan gudang dan dryer ke pemerintah pusat atau bekerja sama dengan pihak ketiga dengan sepengetahuan Bulog.
Menjadi Salah Satu Alternatif Menjanjikan Menuju Swasembada Pangan
Keberhasil JFK Pertanian memanfaatkan lahan pertanian yang ada untuk meningkatkan produksi pertanian akan menjadi salah satu alternatif menjanjikan menuju swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo saat ini. “Bayangkan jika metode ini diterapkan secara luas, kita bisa meningkatkan produksi padi untuk mendukung agenda pemerintah dalam rangka upaya menuju swasembada pangan,” jelas JFK dihadapan karung berisi penuh gabah.

Turut hadir dalam acara panen raya ini, perwakilan Dandim 1403 Palopo, LO Bulog Sulselbar, Kepala Perum Bulog Sulselbar, perwakilan Kapolres Lutra, Brimob Kompi D Baebunta, Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Ketua TP PKK Lutra, serta para petani yang mengungkapkan kekagumannya pada hasil pertanian yang dicapai JFK Pertanian. “Ini luar biasa, kami tidak sabar untuk mempraktikkannya,” ujar salah satu petani yang hadir menyaksikan traktor panen menerabas bulir-bulir padi yang lebat dan berisi di bawah terik matahari. [red]

