PIN Gelar Nobar Film Solata, Christine Frederik Kalalembang: Film yang Mengajarkan Nilai Kemanusiaan, Toleransi, dan Pengabdian

Ketua Umum IKaT Nusantara Irjen Pol (P) Drs Frederik kalalembang dan istri yang menjabat Ketua PIN Christine Frederik Kalalembang berpose bersama pengurus IKaT Nusantara dan PIN usai nobar Film Solata di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata

BOGOR — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyertai kegiatan nonton bareng film Solata yang digelar Perempuan Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (PIN) di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata, Rabu (12/11/2025). Ratusan anggota PIN hadir memenuhi studio, dipimpin langsung oleh Ketua PIN, Christine Kalalembang, yang turut mendampingi jalannya kegiatan.

Sejak awal pemutaran, antusiasme ibu-ibu PIN terlihat begitu tinggi. Tawa, haru, dan tepuk tangan sesekali pecah sepanjang film berlangsung. Mereka menikmati setiap visual budaya Toraja yang ditampilkan dengan indah, mulai dari alam pegunungan Ollon hingga keseharian masyarakat pedesaan yang sarat nilai kebersamaan. Keseruan ini menjadi momen berharga yang mempererat solidaritas perempuan PIN.

Pemeran Angkasa dalam film Solata Rendy Kjaernett foto bersama ibu-ibu PIN dan Ketua Umum IKaT Nusantara usai nobar Film Solata di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata

Christine menilai Solata sebagai film yang “sangat recommended” untuk ditonton semua kalangan. Menurutnya, film ini tidak hanya membuka mata tentang keindahan Toraja, tetapi juga mengajak penonton memahami karakter masyarakat Toraja yang hangat, toleran, dan menjunjung nilai persaudaraan.

“Film ini memperlihatkan kepada kita bagaimana budaya Toraja itu menerima perbedaan, hidup rukun, dan memiliki jiwa gotong royong yang kuat. Ada edukasi tentang pentingnya pendidikan, dan ada kritik sosial tentang bagaimana seorang guru di pelosok berjuang dengan segala keterbatasan,” ujar Christine usai pemutaran.

Christine juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota PIN agar terus menjaga kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan sederhana seperti nobar ini merupakan bentuk nyata solidaritas perempuan Toraja di perantauan.

Pemeran Angkasa dalam film Solata Rendy Kjaernett foto bersama ibu-ibu PIN dan Ketua Umum IKaT Nusantara usai nobar Film Solata di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata

“Kita perempuan Toraja harus saling mendukung dan tetap kompak di mana pun berada. Kekompakan ini bukan hanya mempererat hubungan kita, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan budaya dan alam Toraja yang indah kepada Indonesia dan dunia. Melalui kegiatan positif seperti nobar Solata, kita ikut mempromosikan identitas Toraja yang kaya nilai,” tegas Christine yang hadir  bersama sang suami yang menjabat Ketua Umum IKaT Nusantara, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang  yang juga anggota Komisi III DPR RI, Fraksi Partai Demokrat.

Ketua Umum IKaT Nusantara Irjen Pol (P) Drs Frederik kalalembang dan istri yang menjabat Ketua PIN Christine Frederik Kalalembang menikmati nobar Film Solata di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata

Keistimewaan acara semakin terasa dengan kehadiran Rendy Kjaernett, pemeran Angkasa dalam film Solata. Rendy mengatakan dirinya sengaja datang khusus untuk melihat langsung antusiasme ibu-ibu PIN, dan hasilnya jauh melampaui ekspektasinya.

“Saya jujur sangat senang melihat ibu-ibu PIN yang begitu kompak. Energinya positif sekali. Kalau ada nobar berikutnya, saya dengan senang hati akan datang lagi,” ujar Rendy.

Ketua Umum IKaT Nusantara Irjen Pol (P) Drs Frederik kalalembang dan istri yang menjabat Ketua PIN Christine Frederik Kalalembang berpose bersama pengurus IKaT Nusantara dan PIN sebelum nobar Film Solata di Cinema XXI Living World Mall, Kota Wisata

Ia juga mengungkap kekagumannya terhadap masyarakat dan budaya Toraja setelah terlibat dalam film ini. “Masyarakat Toraja itu hangat, terbuka, dan punya tradisi yang sangat kuat. Alamnya luar biasa indah. Semua itu membuat saya merasa terhormat bisa menjadi bagian kecil dari cerita ini,” tambah Rendy.

Sinopsis Singkat Film Solata

Solata mengisahkan Angkasa, seorang pria yang hidupnya terpuruk setelah kehilangan ibu, pekerjaan, dan kekasihnya. Dalam keputusasaan, ia memilih menjauh dari hiruk pikuk kota dan pergi ke Pegunungan Ollon, Tana Toraja, untuk menjadi guru relawan.

Di sana, ia bertemu enam murid dengan nama unik, terinspirasi dari nama-nama presiden, yang perlahan mengajarkan makna baru dalam hidupnya. Persahabatan, ketulusan, dan kedekatan yang tercipta membuat Angkasa menemukan kembali dirinya. Kata “Solata” sendiri berarti “teman” dalam bahasa Toraja, menjadi simbol ikatan yang terbangun di tengah kesederhanaan.

Melalui kegiatan nobar ini, PIN berharap semakin banyak masyarakat mengenal Toraja dari sudut pandang yang humanis, serta menjadikan pesan film Solata sebagai inspirasi tentang keikhlasan, pengabdian, dan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. (*)

Related posts