Ketua Umum PNPS GMKI periode 2025–2028 terpilih, Ir. William P. Sabandar, M.Sc., Ph.D. saat menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Raya (Praya) Perkumpulan Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI), di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berlangsung dari Rabu, (26/11/2025) hingga Sabtu, (29/11/2025)
SORONG — Pertemuan Raya (Praya) Perkumpulan Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) yang berlangsung sejak Rabu (26/11/2025) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencapai puncaknya pada Sabtu malam (29/11/2025). Setelah musyawarah intensif selama 3,5 jam, para peserta Praya secara aklamasi menetapkan Ir. William P. Sabandar, M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Umum PNPS GMKI periode 2025–2028.
Keputusan aklamasi tersebut merupakan hasil dari dinamika forum yang mengerucut pada satu kesepahaman yakni William Sabandar dinilai sebagai figur yang paling tepat memimpin perkumpulan senior lintas generasi yang menghimpun kader GMKI dengan latar belakang sosiokultural dan politik yang beragam, namun memiliki dasar teologi oikumenis dan nasionalisme kebangsaan yang sama.
Edward Tanari, mantan Sekretaris Jenderal PNPS GMKI 2017–2019, menyampaikan apresiasinya atas proses yang berjalan dewasa dan penuh penghargaan. “Peserta Praya bukan hanya mampu merumuskan tantangan besar ke depan, tetapi juga dengan kesungguhan hati mendaulat sosok yang dianggap tepat untuk membawa organisasi PS GMKI tiga tahun ke depan,” ujarnya.
“Saya adalah Orang yang Berutang”: Panggilan Pelayanan yang Diterima dengan Kerendahan Hati
Setelah penetapan aklamasi, William Sabandar menyampaikan refleksi mendalam mengenai proses batin yang ia gumuli beberapa bulan terakhir. Ia mengutip judul memoar TB Simatupang, “Saya adalah Orang yang Berutang,” sebagai dasar renungannya dalam menghadapi panggilan pelayanan tersebut.
“Hasil pergumulan itu mewujud tadi malam di Sorong saat saya menjawab YA terhadap permintaan bulat sembilan orang formatur untuk memikul tanggung jawab sebagai Ketua Umum PNPS GMKI 2025–2028,” ungkapnya.
William mengaku sebelumnya selalu mencoba menghindari tawaran untuk memimpin PNPS GMKI. Sejak diajak oleh berbagai senior seperti Edward Tanari, Heber Sapan, Robert Sitorus, Bernard Nainggolan, Marim Purba, Sahat Sinaga, hingga Febry Tetelepta, ia terus bertanya dalam hati, “Kenapa harus saya?” Namun malam itu, ia memilih menyerahkan diri pada panggilan yang diyakininya berasal dari Pemilik Gerakan. “Saya percaya ini adalah panggilan untuk ‘membayar utang’ kepada GMKI,” katanya merujuk pada pesan yang disampaikan Bung Febry.

Landasan Kepemimpinan: Tugas Pokok Perkumpulan Senior GMKI dan Visi Tiga Tahun ke Depan
William juga mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya ia membaca Anggaran Dasar Perkumpulan Senior GMKI, yang baru ia terima pada sore menjelang pemilihan. Ia menilai AD tersebut mengandung arah yang jelas dan kuat untuk PNPS. Ia mengutip tiga tugas pokok Perkumpulan Senior GMKI, yakni:
-
Memelihara keterikatan spiritual, historis, kultural, dan emosional dengan GMKI serta membina kemajuan studi dan riset.
-
Memfasilitasi usaha-usaha Pengurus GMKI dalam mendorong kemandirian daya dan dana.
-
Meningkatkan kapasitas senior GMKI agar mampu menjadi pemimpin dan penggerak di gereja, negara, dan masyarakat.
Berdasarkan mandat tersebut, William menyampaikan visinya untuk kepemimpinan PNPS 2025–2028:
“Bersatu melayani lewat peran senior GMKI se-tanah air untuk menghadirkan damai sejahtera bagi Indonesia.”
Visi tersebut diwujudkan melalui tiga misi utama:
-
Penguatan komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan (3K) antara senior dan anggota GMKI di semua aras.
-
Mendorong kemandirian daya dan dana (2D) bagi GMKI di pusat maupun cabang.
-
Menjadi platform penggerak (2P) bagi senior GMKI untuk meningkatkan kapasitas pelayanan bagi gereja, bangsa, dan negara.
Ia menegaskan bahwa seluruh misi akan diwujudkan melalui kolaborasi PNPS dengan PCPS, PP GMKI, serta seluruh cabang GMKI se-Indonesia, termasuk pemangku kepentingan eksternal yang relevan dengan visi GMKI. “Perkumpulan Senior GMKI hadir untuk memperkuat peran GMKI dalam berdiri di tengah dua proklamasi,” ujarnya mengutip credo GMKI yang diperkenalkan oleh Dr. J. Leimena.

Figur Profesional Berkelas Internasional
William Sabandar dikenal sebagai kader paripurna GMKI dengan rekam jejak panjang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BPC GMKI Makassar (1989–1991) dan Sekretaris Fungsi Organisasi PP GMKI (1990–1992). Di tingkat profesional, ia merupakan mantan CEO MRT Jakarta, kini menjabat COO Indonesian Business Council (IBC) dan President of Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.
Reputasinya makin menonjol setelah menerima penghargaan Australian Alumni of the Year 2025, bentuk apresiasi tertinggi dari Kedutaan Besar Australia bagi alumni terbaik Indonesia.
Penutupan Praya
Pertemuan Raya PNPS GMKI di Sorong yang berlangsung hangat dan dinamis akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang juga merupakan senior GMKI, pada malam ini.
William menutup pesannya dengan ajakan bersama “Mari kita doakan proses penyusunan PNPS 2025–2028 yang akan diumumkan sebelum 20 Desember. Semoga Tuhan Yesus, Kepala Gerakan, menyertai pelayanan kita. Ut Omnes Unum Sint.” tutupnya. []

