Di Tengah Duka dan Kebingungan, Keluarga Korban Lakalantas Temukan Harapan dari Respons Cepat Anggota DPR RI Frederik Kalalembang

Pdt. Bertha Patu, M.Th,MM (tengah) bersama keluarga korban saat membantu proses administrasi di kepolisian terkait kecelakaan yang menimpa jemaatnya

MAKASSAR — Malam itu sunyi. Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, yang biasanya padat, hanya menyisakan beberapa kendaraan yang melintas. Namun pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 02.30 WITA, kesunyian itu pecah oleh kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga bernama Yacob Rembon. Ia tewas setelah diduga ditabrak pengendara lain yang langsung melarikan diri. Hingga kini, pelaku masih diburu polisi.

Kabar duka ini mengguncang keluarga. Dalam kondisi terkejut dan tak tahu harus berbuat apa, mereka bergegas menuju SPKT Satlantas Polrestabes Makassar untuk melaporkan kejadian dan menyerahkan barang bukti kendaraan. Laporan diterima penyidik Aiptu Abdul Rahman, yang turut mendengarkan keterangan saksi yang ada di lokasi. Meski laporan sudah dibuat, keluarga tetap dihantui kebingungan menghadapi proses hukum yang kompleks di tengah duka mendalam.

Di Tengah Duka, Sebuah Telepon Menjadi Titik Harapan

Pendeta Bertha Patu, yang mendampingi keluarga, mengakui betapa beratnya malam itu. Antara rasa kehilangan, kebingungan, dan kecemasan tentang proses hukum, ia mencoba mencari pertolongan. Namun waktu sudah sangat larut. Ia ragu, tetapi tetap memberanikan diri menghubungi Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang—nomor yang ia simpan sejak masa kampanye.

“Awalnya saya ragu menelpon. Sudah larut malam, dan tidak semua pejabat mau dihubungi di jam seperti itu. Tapi saya memberanikan diri. Ternyata respons Pak Frederik sangat cepat, penuh empati,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.Ia menambahkan, “Dalam kondisi begini, kami sangat membutuhkan pegangan. Kehadiran Pak Frederik membuat kami merasa tidak sendirian.”

Malam itu, keluarga korban merasakan sesuatu yang jarang ditemui: seorang wakil rakyat yang benar-benar membuka pintu komunikasi, bahkan di luar jam kerja, saat masyarakat sedang berada dalam titik terendah.

Respons Cepat dari Senayan: Koordinasi untuk Keadilan

Mendengar cerita keluarga, Frederik langsung bergerak cepat. Ia berkoordinasi dengan Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Karsiman, memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh: pendalaman ulang TKP, pemeriksaan CCTV, hingga penelusuran saksi tambahan. Tidak hanya itu, ia juga memastikan santunan Jasa Raharja dapat diproses segera tanpa hambatan birokrasi yang mempersulit keluarga di tengah kedukaan.

“Kecepatan itu penting. Jangan sampai kasus seperti ini berlarut-larut,” ujarnya. “Setiap warga berhak mendapat keadilan dan perlindungan hukum.”

Keluarga korban berulang kali menyampaikan terima kasih. Esok harinya, mereka akan membawa jenazah Yacob Rembon pulang ke Toraja untuk dimakamkan—sebuah perjalanan terakhir yang selalu berat bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kita Semua Bisa Terpapar Masalah Hukum”

Frederik menekankan bahwa siapa pun bisa tiba-tiba menghadapi masalah hukum atau keadaan darurat seperti kecelakaan. Karena itu, ia menggagas pentingnya wakil rakyat yang benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, ia telah menjadwalkan pertemuan dengan Bupati, Kapolres, serta Forkopimda Toraja dan Toraja Utara untuk membahas isu-isu hukum, budaya, hingga keamanan dan pariwisata setempat. “Pariwisata tidak tumbuh tanpa keamanan. Kebersihan dan keamanan adalah kunci,” ujarnya.

Polisi Terus Dalami Kasus, Pelaku Masih Diburu

Sementara itu, Satlantas Polrestabes Makassar memastikan penyidikan terus berlangsung. CCTV dianalisis, saksi diperiksa, dan kendaraan pelaku sedang dilacak. Polisi mengimbau masyarakat yang melihat peristiwa atau mengetahui informasi penting untuk segera melapor.

Di balik proses hukum yang berjalan, ada keluarga yang sedang berduka namun sedikit terobati oleh uluran tangan seorang wakil rakyat yang hadir tepat saat mereka membutuhkannya. Sebuah pengingat bahwa humanisme dalam pelayanan publik tidak hanya soal jabatan, tetapi keberpihakan pada mereka yang sedang runtuh oleh keadaan. (*)

JFK Law Firm, founded by Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, Neo Soho Residence, Lt. 32 Unit 3216, Jakarta Barat, 11470
085284805319 | 082349130131
jfk.lawfirm1208@gmail.com
Related posts